Contact Us

Mail Us: info@penabulu.id

Menakar Keadilan dalam Transisi: Suara Komunitas Asia di Tengah Agenda Pembiayaan Iklim

Bangkok Climate Action Week tahun ini menjadi ruang penting bagi Fair Finance Asia (FFA) dan Fair Finance Thailand (FFT) untuk memperluas percakapan tentang keadilan dalam pembiayaan iklim di Asia. Melalui rangkaian kegiatan bertajuk “Financing a Just, Inclusive, and Equitable Future: Mobilizing Community Voices for Asia’s Just Transition”, FFA dan FFT berupaya menegaskan kembali bahwa transisi energi dan iklim yang berkeadilan tidak hanya berbicara soal angka investasi dan target emisi, melainkan juga tentang manusia—tentang komunitas yang hidup di wilayah terdampak, tentang akses yang setara, dan tentang tanggung jawab lembaga keuangan untuk memastikan perubahan menuju masa depan yang inklusif.

Program ini dirancang sebagai forum lintas aktor yang mempertemukan masyarakat sipil, komunitas akar rumput, lembaga keuangan, investor, aktor pembangunan, hingga jaringan orang muda dari berbagai negara di Asia. Melalui pendekatan kolaboratif, kegiatan ini mengedepankan gagasan bahwa keadilan dalam transisi energi hanya dapat dicapai ketika suara masyarakat yang terdampak menjadi bagian dari pengambilan keputusan.

Selama empat hari pelaksanaan, FFA dan FFT menggelar sejumlah kegiatan tematik. Hari pertama diawali dengan konsultasi masyarakat sipil mengenai inequality as a systemic financial risk, sebuah diskusi yang menyoroti ketimpangan sosial sebagai risiko material bagi stabilitas sistem keuangan. Sesi ini memantik refleksi mendalam tentang bagaimana lembaga keuangan dapat mengintegrasikan indikator sosial dan kesetaraan dalam kerangka pengungkapan kebijakan mereka, sejalan dengan kerangka Taskforce on Inequality and Social-related Financial Disclosures (TISFD).

Masih di hari yang sama, sesi “Hack the Gap” menjadi ruang eksperimental untuk merumuskan ide-ide pendanaan alternatif bagi keberlanjutan organisasi masyarakat sipil. Di ruang lain, kelompok muda dari berbagai jaringan, seperti YACAP, 2030 Youth Force Indonesia, dan GYBN, menggelar klinik kampanye digital, berbagi strategi membangun narasi dan solidaritas lintas platform dalam memperjuangkan transisi energi berkeadilan.

Hari kedua menjadi momentum publik yang lebih luas. FFA dan FFT bersama mitra menyelenggarakan konferensi pers bertema accountability in cross-border energy transition financing. Suara dari komunitas Mekong menggema, mengingatkan akan risiko nyata pembangunan energi lintas negara yang kerap mengabaikan hak masyarakat lokal. Dari sesi ini mengemuka pertanyaan penting: sejauh mana prinsip-prinsip keberlanjutan dan hak asasi manusia benar-benar dijalankan oleh lembaga keuangan di balik proyek-proyek besar tersebut?

Diskusi dilanjutkan dengan sesi panel discussion yang mempertemukan komunitas terdampak, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga keuangan untuk membahas financial accountability and community voices. Dari percakapan ini, muncul kesadaran kolektif bahwa pembiayaan transisi energi tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial dan politik di wilayah-wilayah terdampak serta urgensi memastikan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pengambilan keputusan.

Penabulu, sebagai bagian dari Steering Comittee Koalisi Responsibank, berpartisipasi dalam Climate Action Marketplace

Dalam kerangka yang lebih terbuka, Climate Action Marketplace menghadirkan ruang bagi berbagai koalisi dan organisasi untuk memamerkan inisiatif, memperluas jejaring, dan membangun kerja sama baru. Sesi ini menjadi panggung solidaritas yang hidup, di mana FFA dan FFT tidak hanya tampil sebagai jaringan advokasi, tetapi juga sebagai simpul penggerak ide dan kolaborasi.

Sore harinya, sesi bertema Critical Minerals: Risks and Impacts membuka wacana baru tentang keterkaitan antara industri mineral, hak masyarakat adat, dan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC). Diskusi ini menegaskan bahwa agenda transisi energi tidak boleh terjebak dalam reproduksi ketimpangan baru melalui eksploitasi sumber daya. ASEAN, lembaga keuangan pembangunan seperti ADB, serta jaringan investor seperti AIGCC menyampaikan komitmen mereka untuk mengarusutamakan prinsip keadilan, transparansi, dan keterlibatan masyarakat dalam tata kelola mineral kritis.

Menjelang penutupan, Strides of Solidarity, sebuah aksi publik berupa fun run di Benchakitti Park, menjadi simbol keterhubungan antara isu iklim dan kemanusiaan. Peserta dari berbagai negara berlari bersama, membawa pesan solidaritas lintas batas: bahwa keadilan iklim adalah tanggung jawab bersama.

Dari keseluruhan rangkaian kegiatan, Yayasan Penabulu sebagai Steering Committee dari Koalisi Responsibank Indonesia melihat FFA dan FFT berupaya menegaskan kembali relevansi pendekatan yang menempatkan masyarakat dan komunitas terdampak sebagai pusat dari agenda pembiayaan iklim. Lebih dari sekadar forum diskusi, Bangkok Climate Action Week menjadi ruang belajar kolektif tentang bagaimana keuangan dapat berfungsi bukan hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperbaiki relasi sosial dan memperluas ruang keadilan.

Rekomendasi dan Tindak Lanjut

Melalui keterlibatan Penabulu dalam kegiatan ini, maka rekomendasi dan tindak lanjut yang dapat dilakukan pasca kegiatan adalah:

  1. Mereplikasi model penyusunan panduan singkat dari CSO untuk mendorong keterbukaan informasi mengenai ketimpangan sosial yang ditujukan bagi investor dan lembaga keuangan, disertai contoh kasus dari Asia.
  2. Mencari dukungan sumber daya untuk mengembangkan model forum lintas sektor (pemerintah–investor–CSO) untuk memetakan jalur penerapan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) dan permintaan transparansi rantai pasok yang sejalan dengan rencana kerja sama ASEAN serta penerapan Environmental and Social Framework (ESF) oleh ADB.
  3. Memperkuat jejaring dengan orang muda seperti jejaring kolaboratif antara YACAP, 2030 Youth Force, GYBN, untuk berbagi konten, melakukan peer review, dan memperkuat jangkauan pesan kampanye tentang JET melalui platform media digital.

Nama

Deden Ramadani

Email

Unit/Direktorat/Proyek

MEAL and Knowledge Management

Atasan Langsung

Direktorat Program

Date

Sep 30 2025 - Oct 04 2025
Expired!

Location

Bangkok Thailand

Organizer

Fair Finance Asia

Method

Luring

Peran dalam Kegiatan

Peserta