Workshop Perkembangan dan Sosialisasi Tropical Forest Forever Facility (TFFF) bersama dengan Pemerintah Brasil (Government of Brazil)
- Pengantar
Tropical Forest Forever Facility (TFFF) — sebuah mekanisme pembiayaan global yang diinisiasi oleh Brasil untuk memberikan insentif ekonomi bagi negara tropis dalam menjaga hutan. WWF menjadi salah satu mitra yang memfasilitasi diskusi dan sosialisasi inisiatif ini di Indonesia.
- Pokok Pemaparan Utama – Andre (Perwakilan Brasil)
- Tujuan TFFF:
Menciptakan positive incentive (pembayaran positif) untuk negara-negara tropis yang berhasil mempertahankan tutupan hutannya.- Pembayaran sebesar USD 4 per hektar hutan yang tetap utuh per tahun.
- Mekanisme bersifat nasional (bukan proyek-proyek kecil).
- Struktur Pendanaan:
- Total target dana: USD 125 miliar (blended finance).
- USD 25 miliar dari negara pendukung (publik) dan USD 100 miliar dari sektor swasta (melalui penerbitan green bonds).
- Dana akan dikelola dalam bentuk endowment fund dengan hasil investasinya dipakai untuk pembayaran tahunan ke negara peserta.
- Prinsip Utama Mekanisme:
- Pembayaran berbasis kinerja (performance-based).
- Menggunakan data pemantauan nasional (seperti sistem kehutanan negara) yang memenuhi standar teknis TFFF.
- Negara peserta wajib memiliki tingkat deforestasi di bawah 0,5%.
- Distribusi Dana:
- Minimal 20% dana harus langsung dialokasikan ke masyarakat adat dan komunitas lokal (IP & LC).
- Sisanya dikelola di tingkat nasional untuk program konservasi dan ekonomi berkelanjutan.
- Dana dikelola dalam rekening terpisah dari anggaran pemerintah untuk memastikan transparansi.
- Tujuan Tambahan:
- Mendorong bioeconomy dan diversifikasi ekonomi hutan.
- Menghindari ketergantungan pada REDD+ dengan skema yang lebih cepat, sederhana, dan dipimpin oleh negara Selatan.
- Perbandingan dengan REDD+
- REDD+ menitikberatkan pada pengurangan deforestasi, sedangkan TFFF fokus pada konservasi hutan yang masih utuh.
- TFFF dirancang oleh negara tropis sendiri (Global South), bukan oleh negara donor seperti REDD+.
- Mekanismenya lebih sederhana, tidak berbasis kredit karbon, dan diharapkan tidak menimbulkan tumpang tindih pendanaan (no double counting).
- Kelembagaan TFFF
- Tropical Forest Investment Fund (TFIF) menjadi entitas yang mengelola dana.
- Board of Facility terdiri dari perwakilan negara tropis dan negara donor (50:50).
- Ada Dewan Penasihat Teknis dan Ilmiah, serta Dewan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal.
- Sekretariat akan ditempatkan di bawah World Bank, dengan kemungkinan melibatkan lembaga seperti BRICS Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank untuk mendukung operasional.
- Arah Implementasi di Indonesia
- Indonesia dinilai memiliki potensi besar karena masih memiliki tutupan hutan luas dan tingkat deforestasi yang rendah di beberapa provinsi.
- Pemerintah diharapkan menyusun mekanisme nasional yang menjamin penyaluran dana ke komunitas akar rumput (social forestry, PES, ekonomi hutan).
- Perlu kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat sipil, dan komunitas lokal.
- Indonesia didorong berpartisipasi dalam peluncuran resmi TFFF di COP 30 (Brasil, 2025) melalui deklarasi dukungan.
- Isu dan Pertanyaan dari Peserta
- Kekhawatiran bahwa skema ini bisa menjadi bentuk “green capitalism” baru yang mengkomersialisasi jasa ekosistem.
- Pertanyaan mengenai kepastian sumber dana (karena target USD 125 miliar dianggap ambisius).
- Kekhawatiran soal tata kelola: bagaimana menjamin akuntabilitas dan transparansi dana, serta pelibatan masyarakat adat.
- Pertanyaan teknis: mekanisme penghitungan, kriteria eligibility, peran pemerintah daerah, dan model penyaluran dana 20% untuk masyarakat.
- Respons dan Penjelasan Tambahan
- Dana tidak diberikan langsung ke pemerintah, tetapi melalui mekanisme khusus yang transparan.
- Negara peserta wajib menunjukkan tambahanitas (dana TFFF tidak boleh menggantikan anggaran lingkungan nasional).
- Masyarakat sipil akan memiliki peran penting dalam pemantauan dan pengawasan penggunaan dana.
- Platform Akses TFFF akan menyediakan dukungan teknis (technical assistance) bagi negara peserta untuk memenuhi kriteria kelayakan.
- Rencana Lanjutan
- Peluncuran TFFF resmi di COP30 (Brasil, 2025), dipimpin oleh Brasil dengan dukungan negara-negara tropis.
- Indonesia diharapkan menjadi salah satu negara pendukung awal (early supporter).
- Tahun 2026 ditargetkan mulai fase distribusi dana setelah struktur dan trustee terbentuk di bawah World Bank.
Rekomendasi dan Tindak Lanjut
Mengikuti informasi dan diskusi ini secara berkala untuk memperdalam TFFF tersebut
Nama
sardiwinata
Unit/Direktorat/Proyek
–
Atasan Langsung
Program Directro
Date
- Oct 21 2025
- Expired!
Method
Peran dalam Kegiatan
Peserta