Menguatkan Fondasi Pengukuran Dampak: Catatan dari Asia Regional Impact Measurement Approach Training 2025
Asia Regional Impact Measurement Approach Training 2025 yang diselenggarakan pada 3–6 November 2025 di Chatrium Residence Sathon, Bangkok, Thailand, menjadi ruang strategis bagi tim MEAL, Program Quality (PQ), dan Program dari berbagai negara di Asia untuk memperdalam pendekatan pengukuran dampak jangka panjang dan memperkuat ekosistem pembelajaran lintas wilayah. Selama empat hari, para peserta diajak untuk membongkar berbagai konsep inti, mengeksplorasi metode baru, serta merancang langkah kolektif dalam membangun arsitektur MEAL yang lebih tangguh dan relevan dengan perubahan sistem di wilayah Asia.
Bagi Yayasan Penabulu, keterlibatan dalam forum ini menjadi penting untuk memastikan keselarasan pendekatan MEAL internal dengan standar dan arah strategis Oxfam, terutama terkait kebutuhan pelaporan program dan output di tahun-tahun mendatang.
Menyatukan Pemahaman: MEAL untuk Perubahan Sistem (Day 1 – UNCOVERING)
Hari pertama dibuka dengan tujuan membangun pemahaman kolektif tentang apa yang dimaksud dengan dampak dalam konteks perubahan sistem, mengapa penting diukur, dan bagaimana praktik MEAL dapat memberikan kontribusi nyata terhadap adaptasi program.
Sesi ini mempertemukan peserta untuk:
- berbagi contoh-contoh implementasi MEAL yang berdampak di lapangan;
- mengulas kembali konsep dasar MEAL untuk perubahan sistem;
- mendiskusikan pengalaman reflektif tentang bagaimana bukti dapat mendorong keputusan strategis;
- memperkenalkan kerangka kerja regional yang sedang dibangun oleh tim Oxfam Asia.
Diskusi berjalan cair dan kontekstual—peserta sepakat bahwa pengukuran dampak tidak dapat berdiri sendiri tanpa refleksi kritis atas perubahan sosial yang ingin diwujudkan dalam jangka panjang.
Menggali Kerangka Perubahan: TOC dan Sistem Transformasi (Day 2 – DISCOVERING)
Hari kedua fokus pada membedah Theory of Change (TOC) Oxfam dan kerangka Transformative Systems Change. Peserta diajak untuk memahami lima sistem besar yang menjadi orientasi perubahan Oxfam, serta enam kondisi yang memengaruhi dinamika sistem tersebut.
Melalui latihan kelompok, peserta:
- memilih satu sistem dan memetakan hubungan antar kondisi sistem yang ingin diubah,
- mengidentifikasi aspirasi perubahan jangka panjang,
- menghubungkan TOC dengan praktik Outcome Harvesting untuk menangkap tanda-tanda perubahan (signs of change) yang muncul secara non-linear.
Sesi ini menegaskan bahwa evaluasi dampak harus terus bergerak dari pengukuran aktivitas menuju pembacaan perubahan sistem—sebuah lompatan penting bagi CSO lokal seperti Penabulu.
Menguatkan Kapasitas Melalui Pertukaran Pengetahuan (Day 3 – GATHERING)
Hari ketiga menghadirkan beragam narasumber yang membuka ruang diskusi tematik:
- Most Significant Change – Jorge
- AI and Responsible Data Management – Lorenzo
- Social Return on Investment (SROI) – John
- Signs of Change – Cristina
Format café discussion memungkinkan peserta berpindah dari satu meja diskusi ke meja lain, memperdalam pemahaman sesuai minat masing-masing. Beberapa gagasan kunci yang muncul mencakup pentingnya etika data, kebutuhan menyederhanakan dokumentasi perubahan, dan peluang menggunakan SROI untuk menilai nilai sosial program secara lebih holistik.
Kemudian, sesi mengenai Oxfam’s architecture for impact learning and reporting memberikan gambaran jelas tentang arah pelaporan di tahun mendatang, termasuk:
- pemanfaatan Knowledge and Evidence Database;
- integrasi Signs of Change dalam COP/ROP, OPR, serta Footprint reporting;
- penyesuaian standar pelaporan output dan program untuk seluruh mitra di Asia.
Sesi ini menjadi krusial bagi Penabulu, mengingat kebutuhan untuk memperkuat sistem internal agar selaras dengan mekanisme pelaporan Oxfam.


Membangun Komitmen Kolektif dan Langkah ke Depan (Day 4 – GROUNDING)
Hari terakhir difokuskan pada penyelarasan visi Program Quality dan Impact untuk dua tahun ke depan serta penyusunan rencana tindak lanjut regional.
Diskusi menegaskan kembali perlunya:
- mekanisme pertukaran pengetahuan yang lebih terstruktur antar negara;
- platform bersama untuk kolaborasi lintas MEAL–PQ–Program;
- sistem dukungan teknis regional yang dapat dimanfaatkan seluruh mitra.
Bagi Penabulu, ini membuka peluang lebih besar untuk memperkuat posisi sebagai mitra lokal yang mampu menyediakan pembacaan dampak yang kredibel, adaptif, dan relevan dengan konteks Indonesia.
Catatan Penting bagi Yayasan Penabulu
Mengikuti pelatihan ini, beberapa kebutuhan dan peluang strategis untuk Penabulu terlihat semakin jelas:
- Persiapan Pelaporan Oxfam Output Reporting & Program Reporting
Penabulu perlu menyesuaikan tata kelola pelaporan dengan standar Oxfam, khususnya terkait definisi output, kategori perubahan, dan evidence requirements. - Penguatan Sistem MEAL Internal
Termasuk pembangunan database, mekanisme pendokumentasian perubahan, integrasi Outcome Harvesting, serta prosedur review kualitas data. - Penyelarasan TOC Penabulu dengan Kerangka Transformative Systems Change Oxfam
Ini penting untuk memastikan relevansi kontribusi program terhadap agenda perubahan yang lebih besar. - Peningkatan kapasitas staf dalam metode dampak lanjutan
Misalnya MSC, SROI, serta etika dan tanggung jawab dalam penggunaan AI dan data.
Penutup
Asia Regional Impact Measurement Approach Training 2025 tidak hanya memperkaya kapasitas teknis dalam evaluasi dampak, tetapi juga membuka ruang refleksi penting tentang bagaimana organisasi—termasuk Penabulu—dapat memperkuat peran dalam mendorong perubahan sistem sosial di Indonesia.
Melalui pendekatan MEAL yang lebih terstruktur, adaptif, dan berbasis bukti, Penabulu dapat memainkan peran lebih strategis dalam memberikan kontribusi pada agenda keadilan sosial, ekonomi, dan ekologis di tingkat nasional maupun regional.
Rekomendasi dan Tindak Lanjut
Berdasarkan hasil pelatihan ini, berikut rencana yang dapat segera ditindaklanjuti oleh Penabulu:
- Mengembangkan MEAL System Blueprint Penabulu
- mencakup kerangka TOC, alur pelaporan, database bukti, dan SOP kualitas data.
- Menyesuaikan mekanisme pelaporan proyek Penabulu dengan Oxfam Impact Architecture,
termasuk integrasi Signs of Change untuk COP/ROP, OPR, dan Footprint. - Melakukan sesi internal knowledge-sharing
untuk memperkenalkan konsep Transformative Systems Change, Outcome Harvesting, dan SROI kepada seluruh tim program. - Membangun kanal pertukaran pembelajaran dengan Oxfam Asia
agar Penabulu dapat mengakses dukungan teknis, praktik baik, dan pembaruan sistem reporting secara berkala. - Mengidentifikasi kebutuhan investasi teknologi untuk penguatan MEAL,
termasuk perangkat pengelolaan database dan pengamanan data sesuai prinsip Responsible Data Management.
Nama
Unit/Direktorat/Proyek
Atasan Langsung
Date
- Nov 03 - 06 2025
- Expired!
Location
- CHATRIUM RESIDENCE SATHORN 291 Naradhiwas Rajanagarindra 24, New Sathon Road Bangkok 10120, Thailand