TSBD Motaulun Menjadi Motor Penggerak Resiliensi Desa yang Lebih Tangguh
Bicara soal ketangguhan desa hari ini bukan hanya tentang latihan evakuasi atau peralatan kebencanaan. Tantangan seperti banjir, kekeringan, hingga degradasi lingkungan menuntut masyarakat untuk bisa beradaptasi dan bertahan dalam segala kondisi. Dan di Desa Motaulun, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) telah membuktikan diri sebagai penggerak perubahan itu. Bukan hanya “siaga bencana” mereka juga menjadi motor aksi lingkungan dan ketahanan komunitas.
Aksi yang mereka lakukan bahkan menginspirasi desa-desa lain. Pembersihan sumur yang awalnya dilakukan di Motaulun, kini direplikasi di Desa Naas, wilayah di luar intervensi proyek. Ini tanda bahwa gerakan TSBD menyebar dan diadopsi secara mandiri sebuah capaian besar dalam pembangunan komunitas.Pemantauan DAS juga dilakukan di tanggul Desa Klaseleon, menunjukkan bahwa kepedulian pada risiko lingkungan melewati batas administratif desa.
TSBD Motaulun menggandeng mahasiswa dan Orang Muda Katolik dalam aksi penghijauan bantaran sungai dengan menanam anakan: Bambu, Jati putih, Ketapang, Pandan duri. Setelah beberapa waktu, tanaman terlihat tumbuh dengan baik menandakan ekosistem sungai mulai pulih. Lebih dari itu, keterlibatan orang muda memastikan keberlanjutan aksi jaga lingkungan di masa depan. Aksi ini sangat potensial untuk dipublikasikan menjadi konten edukasi dan inspirasi di media sosial.
Di Motaulun, TSBD berperan sebagai penghubung seluruh elemen desa. Melalui pertemuan multi-stakeholders, semua pihak duduk bersama: pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda & komunitas keagamaan. Mereka menyepakati bahwa isu lingkungan dan pengurangan risiko bencana harus menjadi bagian dari pembangunan desa bukan hanya kegiatan sementara proyek.
Pertemuan bulanan TSBD menjadi ruang belajar yang hidup. Warga tidak hanya menerima informasi mereka memproduksi pengetahuan sendiri, berbagi pengalaman, dan melakukan evaluasi bersama. Beberapa aktivitas rutin yang kini menjadi budaya desa: pembersihan saluran drainase, sosialisasi PRB untuk anak-anak dan pemuda, review rencana aksi tahunan terkait penghijauan dan pemantauan DAS. Perubahan paling penting bukan hanya pada kegiatan, tetapi pada cara pandang komunitas, bahwa menjaga alam dan bersiap menghadapi risiko adalah bagian dari keseharian, bukan pekerjaan tambahan.
“Resiliensi bukan hanya tentang merespons bencana. Resiliensi adalah kemampuan komunitas merawat alam agar bencana tidak semakin besar.”
Seluruh informasi dalam artikel ini dikumpulkan melalui kegiatan Annual Impact Reflection menggunakan metode Wall Calendar pendekatan partisipatif di mana masyarakat sendiri menuliskan perjalanan, perubahan, dan dampak aksi mereka secara kronologis.
Rekomendasi dan Tindak Lanjut
Sebagai kelanjutan dari rangkaian aksi penguatan ketangguhan desa di Motaulun, sejumlah langkah tindak lanjut telah disusun untuk memastikan keberlanjutan dampak dan kapasitas komunitas. TSBD bersama pemerintah desa akan melakukan pemeliharaan rutin terhadap kegiatan penghijauan bantaran sungai, termasuk pemantauan pertumbuhan tanaman, perawatan dasar, serta penggantian bibit yang tidak tumbuh, guna memastikan fungsi ekologis sungai terus membaik. Upaya ini diperkuat dengan rencana replikasi praktik baik ke desa-desa sekitar, seperti Desa Naas dan Klaseleon, melalui sesi berbagi pengalaman dan penyusunan panduan sederhana agar model aksi lingkungan dapat diadopsi secara mandiri oleh desa lain. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan berbasis ekosistem, Motaulun juga akan memperkuat sistem monitoring DAS melalui penetapan titik pantau, pencatatan rutin kondisi sungai, serta pelatihan dasar bagi TSBD dalam membaca indikator perubahan lingkungan.
Selanjutnya, pemerintah desa berkomitmen mengintegrasikan kegiatan lingkungan dan pengurangan risiko bencana ke dalam RPJMDes dan RKPDes, termasuk mengalokasikan anggaran desa untuk mendukung keberlanjutan peran TSBD. Keterlibatan pemuda akan diperkuat melalui pembentukan kelompok “Pemuda Peduli Lingkungan”, serta pelatihan lanjutan dalam storytelling, dokumentasi, dan kampanye digital untuk mendorong peran aktif mereka dalam edukasi publik. Untuk memastikan pembelajaran tidak berhenti pada level desa, kegiatan TSBD akan didokumentasikan dalam bentuk video, foto, serta artikel praktik baik yang dapat dibagikan kepada mitra, donor, dan masyarakat luas. Selain itu, pertemuan multi-stakeholders akan dilaksanakan secara berkala untuk menjaga koordinasi, membahas tantangan baru, dan menyepakati langkah-langkah kolektif ke depan, termasuk menghadirkan BPBD atau dinas terkait untuk memperkuat dukungan teknis.
Rangkaian tindak lanjut ini dirancang untuk memastikan bahwa aksi-aksi yang telah dimulai TSBD Motaulun tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga berkembang menjadi gerakan komunitas yang mandiri, inklusif, dan berorientasi pada ketangguhan lingkungan jangka panjang.
Nama
Unit/Direktorat/Proyek
Atasan Langsung
Date
- Dec 03 2025
- Expired!